Solopos.com, SOLO – Memiliki kulit putih, halus, dan bersinar adalah impian banyak wanita. Tidak jarang mereka menggunakan lotion pemutih dari berbagai merek, dari yang mahal sampai yang palsu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun sayangnya ada berbagai jenis produk kecantikan seperti bedak, krim wajah, bahkan lotion tanpa izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dijual bebas di pasaran.

Seperti diketahui, lotion digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, melembabkan, dan mengatasi masalah kulit lainnya. Namun sekarang ada banyak lotion pemutih yang justru menyebabkan iritasi kulit.

Bawa Tasbih, Tersangka Sungai Susur Maut SMPN 1 Turi Sleman Minta Maaf

Baru-baru ini akun Twitter @Menikungmu membagikan sebuah unggahan tentang korban lotere pemutih. Lotion diketahui dibuat dari steroid yang tidak sesuai dengan rekomendasi dokter.

"Berbagi adalah peduli! Tolong bantu kalian yang ingin kulit putih tetap di jalan yang benar yaa. Putih mungkin tapi Tentu bahwa tidak membahayakan diri sendiri, "tulis akun itu, Selasa (2/11/2020).

Dikutip dari Detik.com Jumat (21/2/2020) kortikosteroid atau yang biasa dikenal dengan steroid adalah obat antiinflamasi dan penekan berlebihan sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan ini umumnya diresepkan untuk mengobati asma, rematik, nyeri sendi, kolitis, masalah kulit, dan nyeri otot.

Akun @Mikikung Anda kemudian dibagikan tangkapan layar unggah cerita Instagram dari Dr. Listya Paramita, Sp. KK., Atau lebih dikenal dengan nama Dr. Mita He adalah ahli dermotologi, ahli kulit, rambut, kulit kepala, kuku dan penyakit serupa lainnya.

Dokter Mita berasal dari Rumah Sakit As-Suyuthiyyah, Pati, Jawa Tengah dan saat ini bekerja di salah satu klinik kecantikan, Elshe Skin di Jogja. Dia sering berbagi pengetahuan tentang kesehatan kulit di akun media sosialnya.

Pendaftaran SNMPTN di Depan Mata, Ini Daftar Kuliah Termurah

Tidak hanya sekali atau dua kali Dr. Mita menemukan bahwa pasien yang menjadi korban lotion pemutih memiliki steroid dan tidak memiliki izin pemasaran. Pengalaman merawat pasien yang menjadi korban lot palsu diceritakan oleh Dr. Mita melalui unggahan cerita Instagram.

Dia memberi tahu pasien keluhan setelah menggunakan salah satu jenis lotion palsu. Pasien ini mengeluhkan munculnya garis-garis merah dan bahkan bagian lengan, paha, dan kaki yang menghitam.

"Dermaga saya rusak … rusak …," keluh pasien.

Dokter Mita menjelaskan bahwa garis-garis merah sering muncul pada betis dan paha, karena daerah tersebut biasanya diolesi dengan lotion pemutih oleh pasiennya. Efek serupa akan terjadi di mana pun lotion pemutih diterapkan. Seperti ketiak, lengan atas, pinggul, dan lainnya.

Paha bagian dalam adalah area yang tertutup, terlindungi, dan lebih lembab, sehingga permeasi lotion lebih tinggi daripada area terbuka lainnya. Jadi, area bagian dalam lebih parah daripada area lainnya.

Pria Madiun ini hidup bertahun-tahun bersama Raja Cobra

Tidak ada karakteristik umum yang dapat dikenali dari lotion pemutih steroid. Itu dijelaskan oleh Dr. Mita melalui akun Instagram pribadinya, @ drmita.spkk. Jika Anda ingin mengetahui kandungan bahannya, perlu periksa ke laboratorium.

Sebenarnya, steroid atau carticosteroid adalah obat yang masih legal dan digunakan sampai sekarang. Tetapi penggunaannya harus ditentukan oleh dokter dan bukan untuk tujuan memutihkan kulit.

Dikutip dari Versusarthritis, Senin (24/2/2020) efek samping penggunaan lotion steroid dapat menyengat atau membakar area yang dioleskan. Bahkan, sering terjadi perubahan warna kulit, penipisan kulit, dan penampilan stretch mark alias selulit.

Dokter Mita menambahkan bahwa kondisi tersebut tidak akan pulih atau hilang sepenuhnya kapan saja. Semua yang bisa dilakukan adalah menyamar, memperbaiki penampilan, dan memperbaiki jaringan kulit.

Mengungkapkan! Kepala Sekolah SMPN 1 Turi, Sleman, Tidak Ikuti Sungai, tetapi pergi ke ATM

Dikutip dari Detik.com Senin (24/2/2020) BPOM mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli dan menggunakan berbagai jenis produk kecantikan yang instan.

"Iklan seperti merkuri dapat memutih dalam dua minggu. Itu pertanyaan, dalam dua minggu putih, meskipun sesuatu harus bertahap. Lagi pula, mengapa harus putih? gambar tentang kecantikan. "Zat ini membuatnya cantik dalam waktu cepat, padahal itu bukan obat," kata Penny K Lukito selaku Kepala BPOM RI. (Ria Sari Febrianti /Solopos.com)

Lansiran pos! Losion pemutih dibuat dengan steroid membuat kulit muncul pertama kali di Solopos.com.