Eksfoliasi wajah dengan cara sederhana dan mudah untuk menjaga kesehatan kulit. Pengelupasan bertujuan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran di permukaan wajah. Tidak hanya untuk wanita, pengelupasan juga perlu dilakukan oleh pria.

Metode pengangkatan sel kulit mati ini memiliki efek bersih dan bercahaya pada kulit, dan pengelupasan kulit tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada waktu terbaik untuk eksfoliasi.

Waktu terbaik untuk pengelupasan kulit wajah

Ingin memastikan kulit bersih setiap saat, bukan berarti pengelupasan kulit harus dilakukan setiap hari.

Tahukah Anda bahwa setiap orang menghasilkan sekitar 500 juta sel kulit mati setiap hari. Sel-sel kulit mati ini dapat menumpuk dari hari ke hari. Jadi, inilah pentingnya membersihkan wajah Anda secara teratur, serta melakukan pengelupasan kulit secara teratur.

Proses pengelupasan kulit bermanfaat untuk mengurangi kulit kusam dan memperbaiki kondisi kulit, misalnya pada kulit yang berjerawat.

Meskipun memiliki efek positif pada kesehatan kulit, pengelupasan tidak dilakukan secara berlebihan. Waktu pengelupasan tergantung pada jenis kulit Anda.

Setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda, seperti kulit kering atau sensitif, berminyak dan berjerawat, kulit kombinasi, dan kulit dewasa. Keempat jenis kulit ini membutuhkan waktu pengelupasan kulit yang berbeda.

1. Kulit kering atau sensitif

Eksfoliasi kulit kering atau kulit sensitif setidaknya 1-2 kali per minggu. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan produk pengelupasan kulit yang keras dapat mengiritasi kulit.

Menurut pakar estetika, Elena Duque, jenis kulit sensitif membutuhkan produk pengelupasan yang mengandung asam glikolat. Selain itu, pilih produk pengelupasan kimia yang mengandung pelembab dan diformulasikan untuk kulit sensitif.

2. Kulit berminyak atau bernoda

Pengelupasan untuk jenis wajah berminyak atau berjerawat dilakukan 2-3 kali seminggu. Pilihan produk yang direkomendasikan adalah pengelupasan kimia dengan kandungan asam salisilat. Kandungannya bisa menyerap minyak, sehingga mengurangi sebum pada wajah.

Menurut Elena Duque, beta hydroxy acid (BHA) adalah pilihan lain untuk mengangkat kelebihan produksi minyak pada wajah yang menyumbat pori-pori.

3. Kulit kombinasi

Kulit kombinasi adalah jenis kulit yang berminyak atau bernoda, serta kulit kering atau sensitif. Perawatan pengelupasan wajah yang disarankan untuk jenis kulit ini adalah dua hingga tiga kali per minggu.

Anda masih dapat menggunakan pengelupasan fisik atau kimia, misalnya scrub, produk dengan kandungan asam, atau enzim tertentu.

4. Kulit dewasa

Kulit dewasa didefinisikan sebagai kondisi kulit dengan tekstur yang sedikit kusut. Kondisi ini disebabkan ketika kulit menua. Bagi Anda yang memiliki kulit matang, pengelupasan kulit wajah bisa dilakukan dua kali per minggu dengan menggunakan pengelupasan kimia.

Anda dapat mencari produk exfoliator yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA). Kandungan ini dicari karena sifat anti-penuaan dengan bekerja untuk mengencangkan kulit.

Hal yang perlu diingat saat pengelupasan kulit wajah

Mencintai kulit wajah, bukan berarti Anda memberi perhatian ekstra setiap hari. Semuanya tergantung kondisi dan jenis kulit wajah. Eksfoliasi berlebihan bisa mengiritasi kulit wajah.

Mengutip Healthline, seorang dokter kulit bernama Dr. Viseslav Tonkovic-Capin, mengatakan bahwa pengelupasan kulit seharusnya tidak membuat kulit terlihat serpihan dan kemerahan. Ini terjadi ketika kulit wajah mengalami gesekan yang tidak semestinya. Kondisi kulit yang teriritasi ini dapat memicu infeksi dan eksim.

Sementara itu, jika kulit wajah jarang terkelupas, akan terjadi penumpukan sel kulit mati. Ini bisa membuat kulit terlihat kusam, kasar, dan pori-pori tersumbat.

Jadi, kenali kulit wajah Anda, sehingga Anda bisa dengan tepat melakukan jadwal dan cara-cara pengelupasan itu.

Posting Seberapa sering Anda perlu mengangkat sel kulit mati di wajah? muncul pertama kali di Hello Sehat.