Untuk mendapatkan kulit mulus tanpa rambut, Anda perlu menghilangkan rambut di bagian tubuh tertentu. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghilangkan rambut, misalnya dengan laser, mencukur, atau pun waxing. Terlepas dari tiga hal populer tersebut, ada cara lain menghilangkan bulu halus di tubuh dengan menggunakan krim penghilang bulu. Apa itu krim penghilang bulu? Amankah dan hasil yang maksimal untuk menghilangkan rambut? Lihat disini.

Kenali krim penghilang bulu

Krim pencabut bulu atau krim penghilang bulu umumnya berguna untuk menjangkau titik-titik sulit di bagian tubuh lain yang sulit dijangkau dengan pencukuran. Metode ini juga dikenal sebagai depilatori. Depilatori atau krim penghilang rambut menawarkan metode menghilangkan rambut tanpa alat atau nyeri seperti waxing.

Krim penghilang rambut ini bekerja dengan cara memecah struktur protein pada rambut sehingga rambut mudah lepas dan terangkat dari kulit saat Anda mengoleskan krim pada kulit Anda. Setelah digosok, disemprot atau dioleskan pada kulit, formula krim tersebut akan memutus ikatan kimia yang menahan struktur protein rambut di dalam tubuh, dan protein ini dikenal dengan nama keratin.

Setelah krim penghilang bulu melarutkan keratin, rambut menjadi cukup lemah untuk melepaskan folikel. Kemudian rambut atau rambut bisa dengan mudah lepas atau rontok dari folikel.

Selain dalam bentuk krim, hair remover ini juga tersedia dalam bentuk gel, roll, dan scrub. Krim penghilang bulu ini mengandung beberapa bahan berbeda, seperti sodium thioglycolate, strontium sulfide, dan calcium thioglycolate yang akan bereaksi dengan rambut di tubuh Anda. Jadi, tidak jarang krim ini berbau sedikit menyengat saat digunakan untuk menghilangkan rambut.

Bagaimana cara menggunakan krim penghilang bulu?

Cara pemakaiannya cukup mudah dan krim penghilang bulu ini bisa didapatkan di toko kecantikan atau apotek. Pertama, buka kemasan krim penghilang bulu. Biasanya dalam kemasannya juga terdapat spatula yang digunakan untuk mengoleskan dan mengangkat krim.

Setelah itu, pastikan kaki atau bagian tubuh lain yang ingin Anda keluarkan telah dibersihkan. Kemudian oleskan krim ke bagian tubuh yang berbulu, sesuai petunjuk kemasan. Ratakan menggunakan spatula dan diamkan 1-3 menit untuk menunggu keratin rambut rusak dengan krim.

Setelah itu gunakan kembali spatula untuk membersihkan atau menghilangkan sisa krim dan rambut rontok. Anda dapat membilasnya dengan sabun dan air bersih untuk menghilangkan sisa krim penghilang bulu.

Seberapa efektif menggunakan krim penghilang bulu ini?

Dibandingkan dengan laser, waxing, mencukur, atau mengelektrolisis, menggunakan krim penghilang bulu ini mudah, murah, dan berisiko kecil. Anda bisa menggunakan krim penghilang bulu ini di mana saja, termasuk di rumah tanpa menimbulkan rasa sakit dalam pengerjaannya.

Cara ini juga terbilang lebih aman karena tidak akan menimbulkan risiko berbahaya sesudahnya. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan kimia tertentu ada baiknya untuk memperhatikan kandungan dalam krimnya.

Anda juga bisa melakukan tes sehari sebelum menggunakan krim dengan mengoleskan sedikit pada kulit. Jika terjadi iritasi, kemerahan, gata atau hal berbahaya lainnya, sebaiknya tidak menggunakan krim penghilang bulu sebagai cara menghilangkan rambut.

Berdasarkan Administrasi Makanan dan Obat (FDA) di Amerika, penggunaan krim penghilang bulu sebaiknya tidak sering digunakan. Gunakan paling banyak seminggu sekali. Karena pada umumnya rambut akan mulai tumbuh kembali setelah satu minggu menggunakan krim penghilang bulu. Berguna juga untuk mencegah iritasi pada kulit akibat sering terpapar bahan kimia.

FDA juga menyarankan pengguna krim ini untuk tidak menggunakannya pada rambut di alis, sekitar mata, atau pada kulit yang terluka. Pasalnya, menurut beberapa laporan yang diterima, krim ini juga bisa menyebabkan kondisi kulit seperti luka bakar, lecet, sengatan, ruam gatal, dan masalah pengelupasan.

Postingan Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Rambut, Amankah? muncul pertama kali di Hello Sehat.