Baik bedak maupun bedak padat adalah produk yang dibuat dengan tujuan untuk mengubah penampilan kulit wajah. Bedak bekerja dengan memberi warna lebih merata pada kulit dan terkadang bisa memberi efek berkilau.

Bedak juga bisa membantu menyamarkan masalah pada kulit seperti jerawat dan kulit berminyak. Tapi antara bedak dan bedak padat, mana yang lebih baik untuk kulit berminyak?

Bedak tabur vs bedak, mana yang baik untuk kulit berminyak?

bedak kulit berminyak
Situs: Cynthialions

Banyak orang dengan kulit berminyak menghadapi kesulitan saat memilih produk rias yang tepat untuk kulit mereka. Produksi minyak yang berlebihan membuat riasan menjadi lebih cepat sehingga mereka harus melakukannya memacu setiap beberapa jam.

Riasan yang bercampur dengan minyak pada kulit juga kerap menunjukkan warna berbeda pada beberapa bagian wajah, hal ini tentu sering dianggap mengganggu penampilan. Akibatnya, banyak orang dengan kulit berminyak enggan menggunakan riasan.

Bahkan, memiliki riasan tahan lama bukan tidak mungkin. Kuncinya adalah memilih produk yang tepat. Salah satunya adalah dalam memilih bedak yang akan dioleskan ke wajah.

Pilihan bedak yang digunakan tentu memiliki peran besar dalam memberikan penampilan riasan yang sempurna. Bedak terdiri dari dua jenis, yaitu bedak padat dan bedak.

Bedak padat biasanya digunakan untuk mengunci dasar cair atau concealer yang telah digunakan sebelumnya untuk membuatnya lebih tahan lama. Bedak padat juga bisa dicampur dasar cair untuk menghasilkan penampilan warna kulit yang lebih merata.

bedak untuk kulit berminyak

Serupa dengan bubuk padat, bubuk juga digunakan untuk mengatur dasar. Terkadang, bedak dioleskan saat mencoba menentukan garis kontur pada wajah. Biasanya, bedak diaplikasikan dengan metode ini pembakaran yang bertujuan untuk membuat penampilan terlihat lebih alami.

Keduanya bertujuan untuk menahan diri dasar, kedua jenis bedak ini tentu sama bagusnya dalam memberikan tampilan akhir yang sempurna. Namun, Anda yang memiliki kulit berminyak mungkin lebih cocok menggunakan bedak.

Karena bedak memiliki tekstur yang lebih halus daripada bedak padat. Bedak bekerja lebih baik dalam menyerap minyak di wajah sehingga lebih mudah berbaur dengan kerutan dan garis-garis di wajah.

Sementara itu, bubuk padat memiliki lebih banyak minyak yang terkandung di dalamnya. Namun, bedak padat dapat bekerja lebih baik untuk menyembunyikan noda dan membantu mendapatkan warna kulit yang merata.

Cara lain untuk mengontrol produksi minyak di kulit

bedak kulit berminyak
Sumber: Trilogi

Bedak tabur adalah solusi bagi Anda yang memiliki kulit berminyak. Sayangnya, bedak juga memiliki beberapa efek samping jika digunakan terlalu sering.

Serbuk, terutama yang mengandung tepung jagung atau tepung beras, sangat kering. Khusus bagi Anda yang memiliki kombinasi jenis kulit, bedak bisa membuat kulit Anda lebih kering.

Selain itu, bedak juga memiliki kecenderungan untuk menyerap semua minyak alami dari wajah. Penggunaan bubuk dalam jangka panjang dapat menyebabkan kurangnya produksi sebum yang berakibat terganggunya produksi kolagen.

Alih-alih bergantung pada bedak, jika Anda ingin mengurangi kadar minyak pada wajah, maka lakukan kebiasaan berikut:

  • Cucilah wajah Anda dua kali sehari, terutama setelah bepergian atau menggunakan makeup.
  • Hindari produk sabun wajah yang mengandung deterjen karena dapat meningkatkan produksi minyak. Lebih baik memilih yang terbuat dari cahaya seperti gliserin.
  • Hindari produk berbasis minyak atau alkohol karena dapat menyebabkan iritasi.
  • Gunakan pelembab untuk menjaga kulit tetap terhidrasi. Gunakan juga tabir surya setiap perjalanan dengan minimum SPF 30.
  • Pilih produk rias yang berbahan dasar air.
  • Gunakan kertas yang menyerap minyak. Caranya, tekan perlahan kertas pada area wajah berminyak, diamkan selama beberapa detik untuk menyerap minyak. Jangan digosok pada semua bagian wajah karena akan menyebarkan minyak ke area lain.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

Posko Loose Powder vs Powder, Mana yang Lebih Baik untuk Kulit Berminyak? muncul pertama kali di Hello Sehat.