makanan kulit yang rusak

Solopos.com, SOLO – Memiliki kulit yang sehat adalah dambaan banyak orang. Namun ada berbagai hal yang menyebabkan kerusakan kulit, termasuk makanan.

Mereka yang mendambakan kulit sehat biasanya akan menggunakan varietas perawatan kulit. Namun, merawat kulit luar, asupan nutrisi yang dikonsumsi juga memainkan peran penting dalam melindungi kulit.

Tanpa disadari ada beberapa makanan konsumsi harian yang justru membuat kulit rusak. Apa pun? Dikutip dari Liputan6.com Senin (15/6/2020), makanan berikut ini yang menyebabkan kerusakan kulit dan harus dihindari:

5 Kombinasi Covid-19 Rekomendasi Obat Unair Sudah Dipasarkan, Dijamin Aman?

Junkfood atau makanan cepat saji

Sudah menjadi rahasia umum bahwa makanan cepat saji dengan gizi rendah menyebabkan berbagai penyakit, seperti jantung, ginjal, diabetes, dan membuat kulit rusak.

Selain berbahaya bagi tubuh, makanan cepat saji juga mengganggu kesehatan kulit. Karbohidrat yang terkandung dalam makanan cepat saji seperti kentang goreng, burger, dan pizza akan menumpuk di dalam tubuh dan menghambat proses metabolisme.

Metabolisme lambat mempengaruhi pembakaran kalori dalam tubuh. Sehingga itu membuat Anda menambah berat badan dan meningkatkan kadar kolesterol.

Akibatnya, kulit tidak mendapat pasokan darah yang sehat dan menyebabkan kelebihan minyak yang bisa memicu timbulnya jerawat.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa anak-anak dan remaja yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari tiga kali seminggu berisiko terkena iritasi kulit atau eksim.

Siklon Sepeda Buruk Meninggal di Selokan Kulonprogo, Kelelahan Nanjak Diduga

Kafein

Kafein yang sering ditemukan dalam kopi memang memiliki banyak manfaat bagi kulit. Namun, mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah berlebihan justru membahayakan kesehatan kulit.

Kafein memiliki sifat diuretik dalam tubuh. Sehingga mengonsumsi kafein berlebihan menyebabkan kulit kering, meradang, dan memicu penuaan dini karena kehilangan kolagen.

Pelaporan dari Fitsugar.com, konsumsi harian yang disarankan dari kafein adalah 300 mg, setara dengan dua hingga empat cangkir kopi.

Ada banyak minuman selain kopi yang mengandung kafein seperti teh, cokelat, soda, dan minuman berenergi. Konsumsi kafein yang disarankan dalam berbagai minuman dalam sehari tidak lebih dari 400 mg.

2 Days Boyolali Menambahkan 16 Kasus Positif ke Covid-19

Gula

Gula dapat ditemukan dengan mudah dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari. Mengkonsumsi gula berlebih tidak hanya menyebabkan berbagai penyakit, tetapi juga merusak kesehatan kulit.

Dikutip dari Boldsky, kadar gula berlebih di dalam tubuh bisa merusak kolagen yang ada di bawah kulit. Kolagen adalah protein untuk tulang, gigi, sendi, otot, dan kulit.

Kolagen membuat kulit lebih kencang. Kerusakan kolagen akibat konsumsi gula yang berlebihan membuat kulit penuaan dini.

Selain itu, gula yang menghisap hampir semua air dari sel-sel kulit dapat menyebabkan kulit terlihat kering, kusut, dan kurang nutrisi.

Cobalah mengonsumsi gula dengan kadar yang cukup untuk kesehatan kulit yang baik. Seimbangkan dengan minum banyak air dan konsumsi teratur vitamin C dan E dan antioksidan yang membuat kulit lebih sehat.

Cukup murah! Ini Harga & Spesifikasi Redmi Note 9 di Indonesia

Makanan dalam kemasan dan kalengan

Makanan kemasan atau camilan mengandung banyak pengawet dan garam. Kandungan tersebut memicu retensi air dalam tubuh yang menyebabkan kulit keriput dan berjerawat.

Batasi konsumsi barang yang dikemas atau makanan camilan karena dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan memicu kulit yang rusak.

Sebagian besar makanan kaleng juga mengandung bahan pengawet yang membuat kadar gula dalam tubuh meningkat. Kandungannya juga membuat kulit kering dan penuaan dini.

Peningkatan kadar gula juga memicu hormon melepaskan minyak berlebih, menyebabkan jerawat.

Pembaruan World Covid-19: Kasus Positif Hampir 8 Juta

Posting Hindari! 5 Makanan Ini Membuat Kulit Rusak muncul pertama kali di Solopos.com.